






Tingkat Persamaan Diferensial dapat dilihat dari turunan tertinggi yang termuat dalam Persamaan Diferensial itu.
Bentuk umum PD Linier orde-n adalah
a0(x)y(n)+a1(x)y(n-1)+…+an-1(x)y’+an(x)y = F(x)
PD yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk di atas dikatakan tidak linier.
Contoh:
Jika F(x) pada persamaan PD Linier orde-n sama dengan nol maka PD disebut PD homogen atau tereduksi atau komplementer. Jika F(x)≠0 maka PD disebut PD lengkap atau PD tak homogen.
Contoh:
Jika a0(x), a1(x), ...., an(x) adalah konstanta maka PD disebut PD Linier dengan koefisien konstanta, jika tidak disebut PD Linier koefisien variabel. Bentuk dy/dx ,d^2y/dx^2 , d^n y/dx^n dapat dituliskan dengan lambang Dy, D2y, …, Dny, dengan D,D2… disebut operator diferensial. Sehingga persamaan PD Linier orde-n dapat dinyatakan sebagai:
1. Teorema dasar persamaan diferensial linier
Untuk menyelesaikan PD Linier berbentuk
(D)y = F(x) dengan F(x) ≠0,
kita misalkan Yc(x) adalah solusi umum PD homogen dari (D)y=0, maka penyelesaian umum PD Linier adalah dengan menjumlahkan penyelesaian umum PD homogen dan penyelesaian khusus, yaitu:
y = Yc(x) + Yp(x)
contoh:
Solusi umum PD homogen: (D2-3D+2)y=0 adalah y=c1ex+c2e2x dan
solusi khusus PD : (D2-3D+2)y=4x2 adalah 2x2+6x+7,
maka solusi umum PD lengkap/tak homogen dari
(D2-3D+2)y=4x2 adalah y= c1ex+c2e2x+2x2+6x+7
2. Ketakbebasan linier
Himpunan n fungsi y1(x), y2(x), …, yn(x) dikatakan takbebas linier pada suatu selang jika ada n konstanta c1, c2, …, cn yang tidak semua nol, sehingga berlaku:
c1 y1(x)+ c2 y2(x)+ …+ cn yn(x) = 0
jika tidak maka himpunan fungsi tersebut dikatakan bebas linier.
Contoh:
2e3x, 5e3x,e-4x
Tak bebas linier pada suatu selang karena dapat ditentukan konstanta c1, c2, c3 yang tidak semua nol sehingga:
c1(2e3x)+ c2 (5e3x)+c3 (e-4x) = 0 dengan c1 =-5, c2 =2, c3 =0
Contoh:
ex dan xex adalah bebas linier karena c1(ex)+ c2 (xex)=0 hanya jika c1 =0,
c2 =0
3. determinan wronski
Himpunan fungsi y1(x), y2(x), …, yn(x) (yang mempunyai turunan) adalah bebas linier pada suatu selang jika determinan:
Determinan tersebut dinamakan determinan Wronski.
Contoh:
Tentukan determinan Wronski (Wronskian) untuk fungsi-fungsi berikut:
a. (sin 3x,cos 3x)
Contoh
Tunjukkan himpunan fungsi adalah takbebas linier untuk semua nilai x!
a. kita dapat menunjukkan dengan memilih konstanta c1, c2, c3 yang tidak semuanya nol sehingga c1(1-x)+c2(1+x)+c3(1-3x)=0, jika ditentukan c1=1, c2=-1, c3=0 maka 1-x-1-x+0=0, sehingga himpunan fungsi adalah takbebas linier.
b. kita juga dapat menghitung determinan Wronski-nya, yaitu:
terbukti bahwa Wronskian = 0 berarti himpunan fungsi tak bebas linier untuk semua x
4. Prinsip superposisi
Jika y1(x), y2(x), …, yn(x) adalah n penyelesaian bebas linier dari persamaan linier orde-n, (D)y=0 maka solusi umumnya:
y = c1y1(x) + c2y2(x) + …+ cnyn(x)
Contoh:
Jika y1(x) dan y2(x) adalah solusi persamaan diferensial homogen y’’+P(x)y’+Q(x)y=0 maka kombinsi linier c1y1(x)+c2y2(x) juga solusi persamaan diferensial.
Bukti:
y1(x) dan y2(x) solusi y’’+Py’+Qy’= 0 maka
y1’’+ Py1’+ Qy1 = 0 dan
y2’’+ Py2’+ Qy2 = 0
dari solusi y = c1y1 + c2y2, maka
y’=c1y1’+ c2y2’
y’’=c1y1’’+ c2y2’’
subtitusi ke persamaan diferensial diperoleh:
y’’+ P(x)y’+ Q(x)y = 0
c1y1’’+ c2y2’’+ P(c1y1’+c2y2’) + Q(c1y1+c2y2) = 0
c1y1’’+ c2y2’’+ c1Py1’+ c2Py2’+ c1Qy1+ c2Py2 = 0
c1(y1’’+ Py1’+ Qy1) + c2(y2’’+ Py2’+ Qy2) = 0
c1.0 + c2.0 = 0
SEKIAN MATERI KALI INI